Film bertema Survive paling inspiratif dan membuat agan begidik tegang menontonnya

Buried(2010)
stars : Ryan Reynold
director : Rodrigo Cortes
IMDb rat : 7

Spoiler for :

 

Spoiler for review:
mungkin ini Film antara masterpiece dan sampah ya ..masterpiece karena akting n ide..sampah karena bikin psikis org yg abis nonton pelem ini jd “sinting” …menceritakan seorang supir truk AS yg kerja di irak tp terkubur di peti, ia hanya punya HP n korek api. ane gak mau panjang lebar reviewnya..sebab rekomended banget ni film..disarankan jgn lagi galau ataupun kesel pas lagi nonton film ini..soalnya temen ane ade yg sampe teriak2 “bangsuaaat” pas liat endingnya ni pelem, jd gila sumpah . Warning !!!! untuk yang labil dilarang nonton !!!, karena akan mengakibatkan anda ingin memecahkan monitor/tv anda

Quote:127 hours
stars : James Franco
director : Dany Boyle
IMDb : 7.7

Spoiler for gbr:

 

Spoiler for rev:
genrenya mirip2 burried nih, n sama2 film “Geblek”..dah pasti sista2 gak bakal suka pelem beginian nih. menceritakan ttg Aron Ralston yg terjebak berhari2 di Canyon Utah yg terisolasi, tangannya ketiban/kejepit batu .. n makanya dia gak bisa kmn2, makanan gak ada, sampe2 minum aer kencing sendiri :saking persediaan aer abis..sampe akhirnya nanti dia akan membuat kepustusan yg sangat “GILA”. sangat inspiratif n membuat kita berfikir ttg arti pentingnya hidup…BTW film ini merupakan adaptasi dr cerita nyata si petualang Aron Ralston

Quote:Cast Away
stars : Tom Hanks
Director : Robert Zemeckis
IMDb rat : 7.6

Spoiler for gbr:

 

Spoiler for rev:
disini agan akan melihat akting menawan Oscar Winner Tom Hanks memerankan Chuck Noland, seorang petinggi FedEx yg harus bertempur dengan kesendirian dan keganasan alam ketika dia terdampar di pulau tak berpenghuni akibat kecelakaan pesawat. Sebenernya ini film bukan genre komedi tapi ane selalu ngeliat akting Hanks di film ini..bnr2 kocak..gimana gak kocak coba bayangin kalo ente bicara ma bola Voli dikira gila iya..untung si Chuck sendirian ..sangat rekomended buat temen2 yg lebih mementingkan pekerjaan dibanding teman n pacar

Quote:Life of PI
stars : irfan khan, Suraj sharma
sutradara :Ang lee
IMDB rat : 8.1
Won 4 Oscar : Best director, Best Cinematography, Best Music/original score, Best Visual Effect

Spoiler for gbr:

 

Spoiler for review:
ini merupakan film yg merajai oscar taun ini gan, menceritakan seorang remaja bernama Pi Patel yg harus bejuang survive di lautan bersama harimau di sekoci, karena suatu kecelakaan kapal dengan makanan yg terbatas, dan kejamnya alam selama berbulan2..film ini inspiratif banget gan plus bikin meriding disko jika ngebayanginnya ..soalnye sama macan bo !! di lautan. film ini membuat ane takjub akan kekuasaan Tuhan atas mahkluknya.. diending film ini agan akan merasakan betapa manusia itu sifatnya seperti hewan/kurang bersyukur, padahal Tuhan selalu melimpahkan rahmatnya buat kita..ni film family oriented gan dan sangat inspiratif

Quote:The Pianist
stars :Adrien Brody
director : Roman Polanski
IMDb : 8.5
Won 3 Oscar : Best Actor in a Leading Role Adrien Brody, Best Director and Screenplay adaptation

Spoiler for gbr:

 

Spoiler for review:
bercerita tentang seorang Pianis Polandia yahudi bernama Wyadizlaw Spielman yang harus survive dari kejaran tentara Nazi yg menginvasi Polandia pada awal2 PD II..film ini sumpah bikin ane tegang n begidik ngebayangin ane kalo jadi si spielman gan ..gimana gak merinding ente harus lari, ngumpet, lari, ngumpet, teruus sampe bener2 aman dari sweeping Nazi..di film ini pepatah “tempat paling aman untuk bersembunyi adalah kandang singa” benar2 terbukti gan..kisah ini juga diambil dari biografi Spielman sendiri gan.di film ini banyak adegan pembantaian dan kekerasannya gan tidak disarankan untuk bocah ..BTW menurut ane, salut dan layak dapet 3 oscar

SUMBER:http://www.kaskus.co.id/thread/51aad3b1611243483e000004/film-bertema-survive-paling-inspiratif-dan-membuat-agan-begidik-tegang-menontonnya

Iklan

10 Film Yang Jadi Inspirasi

10 Film Yang Jadi Inspirasi

Nonton Film

Film adalah sesuatu yang bisa menjadi inspirasi bagi saya. Sama dengan naik gunung, pergi ke pantai, membaca buku, atau bahkan main bola.

Dan sepanjang hidup saya, ada beberapa film yang pernah saya tonton dan saya nominasikan sebagai film-film yang paling berpengaruh dalam hidup. Selain berpengaruh, film-film itu sekaligus sangat berkesan dan pada beberapa kasus menjadi inspirasi saya dalam menulis.

Dan inilah dia 10 film [luar negeri] yang menjadi inspirasi dalam hidup saya [disusun secara random] :

1. Life Is Beautiful (La Vita è Bella)

Film yang disutradarai oleh Roberto Benigni ini bercerita tentang kisah satu keluarga yang mengalami penderitaan selama kekuasaan NAZI pada Perang Dunia II. Guido Orefice (Roberto Benigni) beserta istrinya, Dora (Nicoletta Braschi) dan anaknya, Giosue (Giorgio Cantarini) dimasukkan ke kamp konsentrasi oleh NAZI dan mengalami berbagai kesulitan selama berada disana.

life is beautiful

Disitulah perjuangan itu dimulai. Bagi Guido, walaupun berada dalam kamp konsentrasi dan mengalami penderitaan fisik dan mental, hal yang selalu diingat dan dilakukannya adalah : mengganggap bahwa hidup itu indah. Dengan segala cara dia membuat agar anaknya bisa bahagia dan merasakan keindahan hidup itu sendiri.

Film ini mendapat Oscar di tahun 1998 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik (Best Foreign Language).

This is the sacrifice my father made for me.

(Giosue Orefice)

2. The Godfather Trilogy

Trilogi Godfather adalah film yang sangat berkesan bagi saya. Mengisahkan keluarga (klan) Corleone dari sang Bapak (Don Vito Corleone) sampai ke anaknya Michael Corleone. Kisah keluarga mafia imigran Italia di New York yang membangun bisnisnya dari kecil sampai menjadi imperium bisnis yang sangat besar. Penuh dengan kisah perjuangan, kisah cinta, tipu muslihat, konspirasi, dan juga kecintaan kepada keluarga.

the godfather

Disutradarai oleh Francis Ford Copolla dan dibintangi oleh antara lain Marlon Brando (Don Vito Corleone), Al Pacino (Michael Corleone), Robert Duvall (Tom Hagen), Diane keaton (Kay Adams), James Caan (Santino Corleone), John Cazale (Fredo Corleone), dan Richard Bright (Al Neri).

My father made him an offer he couldn’t refuse.

(Michael Corleone)

3. The Insider

Film ini mengajarkan tentang arti sebuah profesionalitas dan pengungkapan kebenaran bagi diri saya. The Insider bercerita tentang Dr. Jeffrey Wigand (Russel Crowe) yang dipecat dari perusahaan rokok Brown & Williamson karena tidak menyetujui kebijakan perusahaan. Wigand memiliki informasi berharga tentang kebijakan perusahaan rokok itu yang dinilainya merugikan publik, namun dia terikat pada Confidential Agreement.

the insider

Lowell Bergman (Al Pacino), seorang produser acara 60 Minutes di CBS, menyarankan Dr. Wigand untuk mengungkapkan informasi itu dalam acara 60 Minutes di CBS. Disinilah “pertempuran” dimulai. Setalah informasi itu berhasil ditayangkan, Bergman memilih mundur dari CBS dengan alasan tidak ingin kasus serupa terjadi. Pelajaran yang sangat berharga bahwa kerahasiaan identitas informan adalah hal yang sangat dijunjung tinggi di dunia pers.

Film yang disutradarai oleh Michael Mann ini menjadi nominasi Oscar pada tahun 1999, namun dikalahkan oleh film American Beauty.

And I don’t like paranoid accusations ! I’m a journalist. Think. Use your head. How do I operate as a journalist by screwing the people who could provide me with information before they provided me with it ?

(Lowell Bergman)

4. The Green Mile

Anda percaya pada keajaiban dan kebaikan hati ? Saya sarankan anda menonton film ini.

Film ini berkisah tentang kehidupan di penjara Death Row (istilah untuk penjara bagi terpidana mati). Paul Edgecomb (Tom Hanks), Brutus Howel (David Morse), Dean Stanton (Barry Pepper), Harry Terwilligger (Jeffey DeMunn), dan Percy Wetmore (Doug Hutchison) adalah sipir yang bertugas di penjara itu.

the green mile

Suatu waktu mereka kedatangan seorang penghuni yang bertubuh raksasa, berwajah sangar, tetapi baik hati dan mempunyai kemampuan supranatural, John Cofey (Michael C. Duncan) yang dihukum mati karena dituduh membunuh 2 anak kecil. Kejahatan yang tidak dilakukannya. Drama dimulai ketika Cofey menjadi penghuni Death Row sampai saat dia dihukum mati di kursi listrik.

Film yang diangkat dari novel Stephen King dengan judul yang sama ini disutradarai oleh Frank Darabont dan menjadi nominasi film terbaik Oscar tahun 1999.

When I die and I stand before God awaiting judgment and he asks me why I let one of HIS miracles die, what am I gonna say, that it was my job?

(Paul Edgecomb)

5. Apocalypse Now

Inilah film yang menurut saya menggambarkan dengan sangat jelas dan gamblang segala kekejaman, ketakutan, mimpi buruk, konflik psikologis, dan kegilaan akibat perang.

Berlatar belakang perang Vietnam, film ini berkisah tentang kekejaman dan kegilaan yang terjadi selama perang itu. Inti dari film ini adalah ketika Capt. Benjamin L. Willard (Martin Sheen) ditugaskan untuk menggantikan dan “menghabisi” Komandan Pasukan Khusus USA, Col. Walter E. Kurtz (Marlon Brando) yang dituduh telah “gila”.

apocalypse now

Inilah film perang terbaik menurut saya yang sangat jelas menggambarkan “kehidupan di dunia perang”. Film yang disutradarai oleh Francis Ford Coppola ini bahkan melebihi konflik dalam perang yang ada di film perang lainnya seperti Platoon, Saving Private Ryan, atau The Thin Red Line.

I was going to the worst place in the world, and I didn’t even know it yet. Weeks away and hundreds of miles up a river that snaked through the war like a main circuit cable plugged straight into Kurtz

(Capt. Benjamin Willard)

6. The Silence of The Lambs

Film inilah yang salah satunya mengilhami saya untuk memilih psikologi (dan ternyata bayangannya sungguh jauh berbeda). 🙂 Sebuah film yang bertema suspense, psychological thriller, dan serial killer.

silence of the lambs

Film ini bercerita tentang seorang trainee FBI, Clarice Starling (Jodie Foster) yang ditugaskan mewawancarai Dr. Hannibal Lecter, seorang psikiater dan juga pembunuh berantai kanibal yang sedang dipenjara. Tugas itu demi mengungkap kasus pembunuhan berantai lain yang dilakukan oleh Buffalo Bill. Lecter dipandang mengetahui keberadaan Buffalo Bill ini.

Interaksi dan percakapan antara Starling dan Lecter yang menjadi salah satu kekuatan film ini. Dari interaksi itulah timbul semacam “keterikatan batin” antara mereka berdua. Starling mengagumi Lecter di bawah sadarnya, begitu juga sebaliknya.

Film yang disutradarai oleh Jonathan Demme ini mendapat Oscar untuk film terbaik di tahun 1991. Jodie Foster dan Anthony Hopkins juga mendapat Oscar untuk Aktor/Aktris terbaik.

You still wake up sometimes, don’t you, wake up in the dark, and hear the screaming of the lambs ?

(Hannibal Lecter)

7. The Shawshank Redemption

Inilah film tentang kisah luar biasa di dalam penjara. Banyak sekali kalimat-kalimat indah yang membuat kita tergugah akan kehidupan.

Film ini berlatar tahun 1940-an di penjara [fiksi] Shawshank State Prison. Bercerita tentang kehidupan Andi Dufresne (Tim Robbins) yang dipenjara karena dituduh membunuh istri dan kekasihnya. Di penjara dia bertemu dan bersahabat dengan Elys Boyd Redding (Morgan Freeman), seorang narapidana disana. 20 tahun kehidupan di penjara dan perjuangannya untuk mencapai keadilan.

shawsank redemption

Film ini sendiri banyak dipuji oleh kritikus film sebagai film terbaik di masanya, meskipun dalam soal ketenaran (box office) film ini termasuk biasa-biasa saja. Mendapat nominasi Oscar di tahun 1994 tetapi takluk oleh film Forrest Gump.

Hope ? Let me tell you something, my friend. Hope is a dangerous thing. Hope can drive a man insane. It’s got no use on the inside. You’d better get used to that idea.

(Elys Boyd “Red”)

Apakah “hope” adalah sesuatu yang sia-sia di dalam penjara ? 😉

8. Philadelphia

Film luar biasa tentang prasangka dan diskriminasi pasien HIV/AIDS dan perjuangan menggapai keadilan bagi penderita HIV/AIDS. Sebuah film yang menyadarkan kita akan bahaya HIV/AIDS dan segala macam stigma yang melekat pada diri penderitanya.

philadelphia

Film ini berkisah tentang Andrew Beckett (Tom Hanks) yang dipecat dari firma hukum karena pandangan diskriminasi oleh atasannya. Andrew adalah seorang gay dan juga penderita HIV/AIDS. Dia berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi penderita HIV/AIDS yang pada saat itu mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Dibantu oleh pengacara Joe Miller (Denzel Washington), keduanya menggapai keadilan bagi hak-hak penderita HIV/AIDS.

Film yang disutradarai oleh Jonathan Demme ini mendapat Oscar di tahun 1993.

Judge Garrett : In this courtroom, Mr.Miller, justice is blind to matters of race, creed, color, religion, and sexual orientation.
Joe Miller : With all due respect, your honor, we don’t live in this courtroom, do we?

9. Hotel Rwanda

Inilah film yang menggambarkan bentrok antar etnis di Rwanda (antara etnis Hutu dan Tutsi). Sebenarnya saya lebih menominasikan film Schindler’s List dan Crash tapi akhirnya lebih memilih Hotel Rwanda sebagai gambaran yang lebih nyata. Juga karena film ini tidak terlalu terkenal.

hotel rwanda

Ceritanya adalah kisah perjuangan Paul Rusesabagina (Don Cheadle), manajer hotel des Mille Collines di Kigali, yang menyelamatkan 1000-an nyawa dalam konflik genocide di Rwanda. Dia menggunakan pengaruhnya sebagai manajer hotel terbesar di Rwanda, etnis Hutu-nya, dan pertemanannya dengan beberapa tokoh etnis Hutu dalam menolong orang-orang [termasuk istrinya yang berasal dari suku Tutsi] Tutsi yang menjadi korban genocide.

Film yang disutradarai oleh Terry George ini tidak mendapatkan Oscar.

Politics is power, Paul. Hutu power.

(George Rutaganda)

10. A Beautiful Mind

Sebuah film yang bercerita tentang perjuangan luar biasa seorang penerima Nobel Ekonomi, John Forbes Nash (Russel Crowe) yang menderita gangguan Schizoprenia paranoid. Dukungan keluarga [terutama istrinya], sahabat-sahabatnya, sejawatnya di kampus, membuat John Nash bisa “berdamai” dengan halusinasi dan delusi yang menjadi simptom utama schizoprenia.

beautiful mind

Film ini luar biasa dari segi penceritaannya. Juga menampilkan kejeniusan Nash yang diatas rata-rata, halusinasi dan delusi yang terus menghantuinya, pengobatan schizoprenia yang saat itu masih menggunakan insulin shock-therapy, dukungan istri dan rekan-rekannya dalam karirnya di Princeton University, dan masih banyak lagi. Temanya memang sangat psikologis.

Film yang disutradarai oleh Ron Howard dan dibintangi antara lain oleh Jennifer Connely (Alicia Nash), Paul Bettany (Charles Herman), Ed Harris (William Parcher), dan Adam Goldberg (Sol) ini mendapat Oscar di tahun 2001.

Perhaps it is good to have a beautiful mind, but an even greater gift is to discover a beautiful heart.

(John F. Nash)

*****************

Sebenarnya masih banyak film-film yang menjadi inspirasi bagi saya. Saya ambil contoh Forrest Gump dan Trilogy The Lord of the Ring, tetapi kedua film itu diangkat dari novel yang sudah saya baca sebelumnya. Sehingga bagi saya, novel itulah yang menjadi inspirasi sementara film hanya memvisualisasi saja.

Bagaimana dengan anda, apakah ada film yang berkesan bagi anda ?

Arnold Schwarzenegger binaragawan yang sukses menjadi aktor dan politican

BINARAGA YANG SUKSES DI HOLLYWOOD & POLITIK

Arnold Schwarzenegger, seorang pria kelahiran Thal, Austria pada tahun 1947, adalah seorang binaraga yang telah bersinar, bahkan dari usia muda. Arnold merupakan binaraga termuda yang memenangi gelar Mr. Universe pada usia 20 tahun (1967). Arnold muda berpindah ke Amerika pada tahun 1968 untuk melanjutkan kariernya sebagai binaraga. Sejak pindah ke Amerika, Arnold berhasil memenangi gelar Mr. Universe sebanyak 5 kali dan Mr. Olympia sebanyak 7 kali, sebelum fokus untuk berkarier pada bidang perfilman sebagai aktor. Selain itu, ia juga mempopulerkan gerakan berlatih beban seperti Arnold Press.

Spoiler for ARNOLD:

Arnold Schwarzenegger dengan cepat meraih kesuksesan di Hollywood. Pada tahun 1977, Hollywood Foreign Press Association menganugerahi Arnold dengan Golden Globe for New Male Star of The Year untuk perannya di film Stay Hungry. Salah satu kesuksesan terbesarnya berhasil diraih pada tahun 1982, melalui perannya di film Conan the Barbarian. Pada tahun 1984, Arnold membintangi salah satu filmnya yang paling dikenal, yaitu Terminator. Selain pada dunia binaraga dan perfilman, Arnold Schwarzenegger juga merambah dunia politik dengan mengajukan diri dan terpilih sebagai Gubernur California dari tahun 2003 hingga 2010.

Spoiler for ARNOLD:

Berikut gelar Arnold Schwarzenegger dalam kariernya sebagai binaraga:

  • Tahun Kompetisi Gelar
    1964 Styrian Junior Weightlifting Championships Juara 1
    1965 German-Austrian Weightlifting Championships Juara 1
    1966 International Powerlifting Championships Juara 1
    1967 German Powerlifting Championships Juara 2
    1967 Graz-Paradise Keller Powerlifting Championships Juara 2
    1967 NABBA Mr. Universe (amateur) Juara 1
    1968 NABBA Mr. Universe (pro) Juara 1
    1969 IFBB Mr. Universe (pro) Juara 1
    1969 Mr. Olympia Juara 2
    1970 Mr. Universe (pro) Juara 1
    1970 Mr. Olympia Juara 1
    1971 Mr. Olympia Juara 1
    1972 Mr. Olympia Juara 1
    1973 Mr. Olympia Juara 1
    1974 Mr. Olympia Juara 1
    1975 Mr. Olympia Juara 1
    1980 Mr. Olympia Juara 1

orang ini terjebak 17 tahun di bandara

17 tahun tinggal di bandara

Mehran Karimi Nasseri (مهران کریمی ناصری diucapkan [mehˈrɒn kʲæriˈmi nɒseˈri]; lahir 1942), juga dikenal dengan nama Sir, Alfred Mehran,[1] adalah seorang pengungsi Iran yang menetap di ruang keberangkatan Terminal Satu Bandar Udara Internasional Charles de Gaulle sejak 26 Agustus 1988 sampai Juli 2006, ketika ia dilarikan ke rumah sakit karena alasan yang tidak jelas. Otobiografinya telah diterbitkan dan menjadi inspirasi film The Terminal.

Kehidupan awal
Nasseri lahir di perumahan milik Anglo-Persian Oil Company di Masjed Soleiman, Iran. Ayahnya adalah dokter Iran yang bekerja untuk perusahaan tersebut. Nasseri mengatakan ibunya adalah perawat asal Skotlandia yang bekerja di tempat yang sama.[2] Ia tiba di Britania Raya bulan September 1973 untuk melanjutkan kursus tiga tahun dalam studi Yugoslavia di Universitas Bradford.

Pengalaman

Nasseri diusir dari Iran pada tahun 1977 karena ikut berunjuk rasa melawan Shah. Setelah lama berjuang, termasuk mendaftar kewarganegaraan di sejumlah negara, Nasseri mendapatkan status pengungsi dari UNHCR di Belgia. Status ini membuatnya dapat menetap di negara Eropa manapun.
Setelah mengaku beribu Skotlandia, meski tidak ada bukti yang memperkuat pernyataannya, ia memutuskan tinggal di Britania Raya pada tahun 1986, namun dalam perjalanan ke sana tahun 1988, kopornya yang berisi dokumen-dokumen penting dicuri di Paris.[3] Meski begitu, ia tetap naik pesawat ke London namun dipulangkan ke Perancis karena tidak menunjukkan paspor ke pihak imigrasi Britania. Nasseri akhirnya ditahan oleh pihak berwenang Perancis, kemudian dilepas karena kedatangannya di bandara sah secara hukum dan ia tidak punya negara asal untuk dipulangkan. Sejak itu, Nasseri mulai menetap di Terminal 1.
Kasusnya ditangani oleh seorang pengacara hak asasi manusia Perancis Christian Bourget. Tahun 1992, pengadilan Perancis memutuskan bahwa karena Nasseri masuk Perancis secara sah, ia tidak bisa diusir dari bandara, namun tetap tidak bisa dijadikan alasan masuk wilayah Perancis.
Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan dokumen baru dari Belgia. Sayangnya otoritas akan mengeluarkannya bila Nasseri datang sendiri. Di bawah hukum Belgia, seorang pengungsi yang sengaja meninggalkan negara yang telah menerimanya tidak bisa pulang. Pada tahun 1995, otoritas Belgia memberinya izin pulang, namun jika hanya ia setuju tinggal di bawah pengawasan seorang pekerja sosial. nasseri menolak karena ingin tinggal di Britania Raya seperti yang ditujukan sebelumnya.[3]
Petualangan Nasseri di bandara berakhir pada bulan Juli 2006 ketika ia dilarikan ke rumah sakit dan tempat duduk kesukaannya dipindahkan. Menjelang akhir Januari 2007, Nasseri keluar dari rumah sakit dan ditemui anggota cabang Palang Merah Perancis; ia diizinkan tinggal beberapa minggu di sebuah hotel dekat bandara. Tanggal 6 Maret 2007, ia dipindahkan ke pusat penerimaan amal Emmaus di arondisemen ke-20 Paris. Per 2008, Nasseri masih tinggal di sebuah tempat penampungan di Paris

Kehidupan di Terminal
Selama 17 tahun tinggal di Terminal 1 Bandar Udara Charles de Gaulle, Nasseri selalu berada di samping kopornya dan menghabiskan waktu dengan membaca, menulis diari, atau belajar ekonomi.[4] Ia diberi makanan dan koran oleh sejumlah karyawan bandara. Berbeda dengan yang diberitakan, ia tidak pernah terjebak di daerah transit dan bebas bergerak di seluruh bandara.

Dokumenter dan karya fiksi

Kisah Nasseri menjadi inspirasi film Perancis Tombés du ciel tahun 1994 yang dibintangi Jean Rochefort, dirilis dengan judul Lost in Transit di luar negeri. Cerita pendek “The Fifteen-Year Layover” karya Michael Paterniti yang diterbitkan di GQ dan The Best American Non-Required Reading berkisah tentang kehidupan Nasseri. Alexis Kouros membuat sebuah dokumenter tentang dirinya, Waiting for Godot at De Gaulle, pada tahun 2000. Glen Luchford dan Paul Berczeller membuat mokumenter Here to Where pada tahun 2001 yang juga menampilkan Nasseri. Hamid Rahmanian dan Melissa Hibbard membuat dokumenter berjudul Sir Alfred of Charles De Gaulle Airport tahun 2001.[5]
Nasseri diduga juga menjadi inspirasi tokoh Viktor Navorski pada film The Terminal tahun 2004; akan tetapi, baik bahan promosi maupun “fitur khusus” DVD-nya dan situs web filmnya tidak menyebutkan kisah Nasseri sebagai inspirasi film ini. Walau begitu, pada bulan September 2003, The New York Times menulis bahwa Steven Spielberg membeli hak kisah hidupnya agar bisa dijadikan dasar skenario film The Terminal.[6] The Guardian menyebutkan bahwa DreamWorks milik Spielberg membayar $250.000 kepada Nasseri untuk hak kisah hidupnya dan melaporkan bahwa per 2004, Nasseri membawa-bawa poster film Spielberg yang menutupi kopor di samping kursinya. Nasseri sangat senang mendengar pembuatan film The Terminal, namun tampaknya ia tidak bisa menontonnya di bioskop.[2]
Tahun 2004, buku The Terminal Man diterbitkan di sejumlah negara, termasuk Britania Raya dan Jerman. The Terminal Man adalah otobiografi lengkap yang ditulis oleh Nasseri dan penulis Britania, Andrew Donkin. Buku ini diresensi oleh Sunday Times sebagai tulisan yang “sangat inspiratif dan brilian.”
Kisah Nasseri juga menjadi inspirasi opera kontemporer Flight karya komponis Britania Raya Jonathan Dove.[7]

FILM BERTEMA FACEBOOK

the social network adalah sebuah film tentang pembuatan facebook,

Pada tahun 2003, ada seorang mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg). Meskipun ia cerdas, mahir berkomputer, dan sudah memiliki kekasih bernama Erica (Rooney Mara), tapi ia masih saja kesepian. Malah karena sifatnya itu, Erica memilih berpisah dari Mark dengan alasan karena Mark selalu menyendiri dan asyik dengan dunianya sendiri. Malamnya, di kamar yang redup, ia duduk di depan komputer dengan botol bir di sampingnya. Di situlah ia membuat situs Facemash, yang menjadi cikal bakal Facebook, dimana cowok bisa menilai seberapa cantik gadis-gadis kampus.
Setelah Facemash berganti nama menjadi Facebook, semua orang bisa berteman jika mereka memerlukan bantuan. Tapi, lama kelamaan ajang pergaulan global tanpa batas itu menjadi semakin curang. Jika seseorang merasa tak diperlukan lagi, maka temannya bisa memutuskan pertemanannya dengan orang itu. Ketika Facebook sudah dikenal luas, Mark tega meninggalkan Eduardo Saverin (Andrew Garfield), teman sekampus Mark yang ikut mendanai situs Facebook. Malah, Mark berkongsi dengan Sean Parker (Justin Timberlake). Mungkin karena itu, Mark menjadi kaya dengan Facebook-nya sementara polemik baru telah dimulai.

tentang film the terminal

ngebahas film the terminal

The Terminal merupakan sebuah film komedi-drama tahun 2004 yang diangkat dari sebuah cerita oleh Andrew Niccol dan Sacha Gervasi. Film ini dibuat dan disutradarai oleh Steven Spielberg dan dibintangi Tom Hanks dan Catherine Zeta-Jones. Film ini bercerita mengenai seseorang yang terjebak di terminal Bandar Udara Internasional JFK setelah ia tidak diperbolehkan memasuki Amerika Serikat dan pada waktu yang sama tidak dapat kembali ke negara asalnya karena revolusi sedang berlangsung.
Beberapa pengamat menganggap film ini terinspirasi oleh kisah nyata Mehran Karimi Nasseri, seorang pengungsi Iran yang tinggal di Terminal Satu Bandar Udara Charles de Gaulle dekat Paris sejak 1988 karena bukti pengungsinya dicuri hingga 2006 ketika ia masuk rumah sakit karena alasan yang belum jelas. Bagaimanapun, tidak ada kaitan dengan publik, “fitur khusus” DVD ini, ataupun situs web film ini yang menyebutkan pengalaman Nasseri sebagai inspirasi film. ilm

Alur

Viktor Navorski (Tom Hanks), seorang warga negara fiksi Krakozhia tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy di New York City, kebetulan selama penerbangan pemerintahan negaranya digulingkan oleh pemberontak, menolak paspornya dan membiarkannya terperangkap. Hingga sembilan bulan berikutnya, Viktor terpaksa tinggal di bangunan terminal, karena tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di Amerika Serikat ataupun pulang. Ia mulai berteman dengan staf di terminal, termasuk pramugari Amelia Warren (Catherine Zeta-Jones), sementara diawasi oleh Petugas Imigrasi Frank Dixon (Stanley Tucci), yang ingin “kasus Navorski” secepatnya berakhir.
Suatu hari, Viktor menerangkan kepada Amelia bahwa tujuan kunjungannya ke New York City adalah untuk mendapatkan sebuah otografi pemain saksofon tenor jazz Benny Golson. Ayahnya, yang telah meninggal, merupakan seorang penggemar jazz. Ia telah melihat foto “Great Day in Harlem” pada sebuah suratkabar Hungaria tahun 1958, dan bertekad mendapatkan otografi kesemua 57 musisi jazz yang ditampilkan di foto itu. 40 tahun berikutnya, ia mengoleksi otografi dari setiap musisi, kecuali satu orang: Benny Golson. Viktor ingin mengoleksi yang terkahir untuk memenuhi impian ayahnya tersebut.
Beberapa bulan kemudian, berita melaporkan bahwa perang di Krakozhia telah berakhir, tetapi Dixon masih tidak mengizinkan Viktor memasuki Amerika Serikat. Amelia memanggil ‘temannya’, yang sebenarnya seorang staf pemerintah yang telah menikah dengannya dan telah lama menjalani hubungan rahasia, untuk membantu Viktor memperoleh izin bepergian di AS, tetapi Viktor telah mengetahui bahwa Amelia memperbaiki persahabatannya dengan orang itu selama proses ini.
Untuk membuat masalah ini semakin rumit, Dixon menandatangani formulir pemberian hak menetap Viktor di Amerika Serikat, tetapi menolak, daripada mendeportasinya tanpa alasan. Dengan dukungan teman-temannya, Viktor diperbolehkan meninggalkan bandara. Sebelum Viktor menumpang taksi menuju Ramada Inn, 161 Lexington Avenue, di New York, dimana Benny Golson tampil, ia melihat Amelia keluar dari taksi lain sambil senyum kepadanya. Ia mendatangi acara tersebut dan mendapat otografi tersebut, yang akhirnya melengkapi koleksinya. Setelah itu, Viktor pulang dengan menumpang taksi, meminta sopir untuk mengantarkannya ke ‘rumah’.

Krakozhia

Krakozhia (Кракожя) merupakan sebuah negara fiksi yang dibuat untuk film tersebut, yang hampir membentuk Republik Soviet. Bahasa aslinya adalah bahasa Krakozhia. Sejak 16 Januari 2004 hingga November 2004 negara ini mengalami perang sipil. Ketika perang dimulai, presiden negara itu ditawan. Kemudian, rezim baru diperkenalkan, ini mengakibatkan visa dan paspor Viktor ditolak dan pemerintah Amerika Serikat tidak mengakui pemerintahan Krakozhia yang baru. Sehingga Viktor terpaksa tinggal di terminal bandara selama sembilan bulan, kemudian perdamaian diumumkan di Krakozhia dan ia dapat pulang ke rumah.
Sedikit yang diketahui mengenai Krakozhia, kecuali terpecahnya perang yang menarik perhatian internasional. Dapat didengar bahwa “daerah utara” telah diduduki pemberontak. Krakozhia memiliki lagu kebangsaan yang mirip dengan negara Albania. Lisensi mengemudi Navorski tercetak dalam bahasa Belarusia. Tampak kata-kata Вадзіцельскае пасведчанне (Vadzicielskaje pasviedczannie) yang berarti lisensi mengemudi dalam bahasa Belarusia dan nama sebuah kota di Belarusia, Homel. Kebetulan, nama Belarusia pada lisensi mengemudi tersebut tertulis Гуліна Гульнара Надыраўна (Hulina Hulnara Nadiraŭna); yang merujuk pada seorang gadis Belarusia yang bepergian ke AS. [1]
Bahasa yang diucapkan Tom Hanks di film itu, “Bahasa Krakozhia”, hampir mendekati atau merupakan dialek Rusia, tetapi diucapkan dengan aksen Bulgaria. Istri Tom Hanks, Rita Wilson, yang mana ayahnya merupakan seorang Pomak, diketahui membantu Hanks berbicara Bulgaria saat syuting dilakukan. Di waktu yang sama tampak nama ayah Viktor, Dimitar Asenov Navorski, dibuat menurut nama tiga-kata Bulgaria dan berisi salah satu nama orang Bulgaria yang populer—Dimitar (Димитър). Nama Asenov yang patronimik berasal dari suatu dinasti pertengahan Bulgaria dan digunakan oleh sejumlah Tsar Bulgaria, seperti Ivan Asen II.

Pemeran dan karakter

  • Tom Hanks sebagai Viktor Navorski – seorang pelancong dari Krakozhia yang terjebak dan terpaksa tinggal di terminal Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, karena tidak diperbolehkan memasuki Amerika Serikat ataupun pulang.

Tom Hanks sebagai Viktor Navorski
  • Catherine Zeta-Jones sebagai Amelia Warren – pramugari United Airlines berusia 39 tahun yang mulai bekerja sejak berusia 18 tahun. Selama tujuh tahun, ia terlibat dalam hubungan dengan Max, seorang lelaki yang telah menikah.
  • Stanley Tucci sebagai Frank Dixon – Direktur Area–dan kemudian, Komisioner Lapangan–untuk Keamanan Perbatasan dan Bea Cukai AS di JFK dan bermusuhan dengan Viktor. Frank sedang dalam menunggu promosi pekerjaan yang dapat membuatnya menjadi Direktur Regional baru.
  • Chi McBride sebagai Joe Mulroy – seorang penyortir bagasi untuk United Airlines yang sering merokok dan menyelundupkan minuman keras untuk dirinya dan petugas lainnya.
  • Diego Luna sebagai Enrique Cruz – seorang karyawan bandara yang mengemudi truk katering, dan sumber utama bagi bekal Viktor, dengan imbalan Viktor sebagai penengah antara dia dan Petugas Torres, dengannya ia jatuh cinta. Viktor membantu mereka menikah.
  • Barry Shabaka Henley sebagai Ray Thurman – seorang petugas bea cukai pendiam dan orang kedua Frank.
  • Kumar Pallana sebagai Gupta Rajan – seorang janitor di JFK yang dicari-cari di Madras, India karena membunuh seorang polisi tahun 1979 yang datang melakukan pungutan liar; setelah ia membersihkan lantai ia selalu meletakkan banyak papan peringatan; tetapi, banyak orang terpeleset, sementara ia menikmatinya.
  • Zoë Saldaña sebagai Dolores Torres – seorang petugas imigrasi yang ditemui Viktor setiap hari untuk memperoleh visanya. Ia seorang Trekkie, dan mendatangi konvensi Star Trek berpakaian sebagai Yeoman Rand. Karakter ini diberi nama setelah B’Elanna Torres dari Star Trek Voyager.

Pemeran yang lain juga meliputi:

Bahasa

Sebenarnya Viktor berbicara dengan aksen Bulgaria saat ia mengucapkan bahasa asli Krakozhia. Ketika Viktor tiba di bandara ia tidak dapat berbahasa Inggris; tetapi, pada cuplikan waktu, ia belajar bahasa Inggris dengan mendalaminya dan membeli panduan tur New York City versi bahasa Inggris dan Rusia dan membandingkannya. Ia juga belajar arti kata dengan menyaksikan program berita di bandara.
Lokasi Krakozhia tidak jelas pada film itu, apakah Viktor dari Eropa Timur ataupun bekas Republik Soviet. Pada film tersebut, diketahui bahwa Krakozhia berbatasan dengan Rusia, dari bahasa Krakozhia yang mendekati atau merupakan dialek Rusia, dan lagu kebangsaan Krakozhia mirip dengan negara Albania (Vajacki marš).
Film ini memperlihatkan gambaran proses pengucapan bahasa kedua yang secara alamiah akurat, menurut ahli bahasa profesional Marthe Young-Scholten.

Lokasi pengambilan gambar

lainnya, Lost in Transit (Tombés du ciel) tahun 1993, memiliki alur yang sama dan direkam di bandar udara Paris.